[1] Nurcahyadi, T. (no date) ‘Pengaruh Lokasi Ketebalan Maksimum Airfoil Simetris Terhadap Koefisien Angkat Aerodinamisnya’. [2] ‘Setyo Hariyadi.pdf’ (no date). [3] Mulyadi, M. (no date) ‘Analisis Aerodinamika Pada Sayap Pesawat Terbang Dengan Menggunakan

Penulis

  • Muhammad Ammar Abdillah Program Studi Teknik Aeronautika Pertahanan, Akademi Angkatan Udara
  • Linggar Widayatmo Program Studi Teknik Aeronautika Pertahanan, Akademi Angkatan Udara

Kata Kunci:

Nose Cone, Aerodynamics, Drag, Coefficient Drag, ANSYS, Computational Fluid Dynamic, Body lenght

Abstrak

Roket merupakan wahana luar angkasa, peluru kendali, atau kendaraan terbang yang mendapatkan dorongan melalui reaksi roket terhadap keluarnya secara cepat bahan fluida dari keluaran mesin roket. Seringkali definisi roket digunakan untuk merujuk kepada mesin roket.  Pada roket terdapat Nose cone yaitu ujung dari roket tersebut. Nose cone merupakan bagian yang paling depan pada roket yang berfungsi sebagai pemecah udara sehingga nose cone mengalami tekanan yang kuat dan dapat mengalami keretakan karena kecepatan roket yang tinggi. Maka nose cone perlu melakukan pengukuran tekanan sehingga mendapatkan nose cone yang sesuai untuk roket. Seiring berkembangnya teknologi, berbagai macam penelitian dikembangkan dengan menggunakan aplikasi untuk analisis aerodinamika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik aerodinamika berupa gaya hambat (drag) dan Coefficient Drag dari berbagai bentuk nose cone dan perbedaan panjang dengan menggunakan kecepatan 0,3 mach, 1,3 mach, 2,3 mach  Dari hasil pengujian, perbedaan hasil perhitungan Coefficient Drag (CD) menggunakan kecepatan 0,3 mach 1,3 mach dan 2,3 mach akan memengaruhi terhadap gaya hambat (Drag) yang dihasilkan. Hasil dari pengujian hasil yang memiliki gaya hambat terkecil adalah yang mempunyai nose cone bentuk tumpul pada kecepatan 0,3 dan 1,3 mach, namun saat dihitung menggunakan rumus Coefficient Drag didapatlah hasil model roket yang terkecil adalah model nose cone standar di semua variasi kecepatan, artinya roket yang terbaik digunakan dalam semua variasi kecepatan adalah bentuk standar.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

[1] Haryadi, D. R. B., Sofyan, E., & Eko Prasetiyo, E. (2023). AERODYNAMIC ANALYSIS OF FOLDING FIN AERIAL ROKET 70 MM ON INCOMPRESSIBLE FLOW USING CFD-BASED SimScale. Teknika STTKD: Jurnal Teknik, Elektronik, Engine, 9(1), 82–93. https://doi.org/10.56521/teknika.v9i1.844

[2] Mathew, B. C., Bandyo, O., Tomar, A., Kumar, A., Ahuja, A., & Patil, K. (n.d.). A review on computational drag analysis of roket nose cone.

[3] Prabowo, D. A., Ak, R. E., & Hidayat, Z. (2021). Estimasi Parameter Aerodinamika Model Roket Menggunakan Computational Fluid Dynamics. Jurnal Teknik ITS, 9(2), E146–E153. https://doi.org/10.12962/j23373539.v9i2.53422

[4] Prosiding Seminar Nasional Teknologi dan Informatika, 2017: Kudus, 25 Juli 2017 (Cetakan pertama). (2017). Badan Penerbit Universitas Muria Kudus.

[5] Wibowo, S. B., Basuki, B., Sutrisno, Rohmat, T. A., Siswantoro, S., Nugroho, F., Ginting, P., & Anwar, Z. (2021). Vortex Dynamics Study and Flow Visualization on Aircraft Model with Different Canard Configurations. Fluids, 6(4), Article 4. https://doi.org/10.3390/fluids6040144

Diterbitkan

2024-09-30

Cara Mengutip

Abdillah, M. A., & Widayatmo, L. (2024). [1] Nurcahyadi, T. (no date) ‘Pengaruh Lokasi Ketebalan Maksimum Airfoil Simetris Terhadap Koefisien Angkat Aerodinamisnya’. [2] ‘Setyo Hariyadi.pdf’ (no date). [3] Mulyadi, M. (no date) ‘Analisis Aerodinamika Pada Sayap Pesawat Terbang Dengan Menggunakan. Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi Dan Inovasi Indonesia (SENASTINDO), 6, 13–24. Diambil dari https://journal.aau.ac.id/senastindo/article/view/400

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama