Analisis Laju Korosi Alumunium 5052 Dalam Media Air Laut, CH₃COOK, dan KOH, Serta Implikasinya Terhadap Keandalan Material Wingtip Pesawat

Penulis

  • Davis Audrey Firmansyah
  • Hengky Emanuel

DOI:

https://doi.org/10.54706/senastindo.v7.2025.463

Kata Kunci:

Aluminium 5052, Laju Korosi, Air Laut

Abstrak

Penelitian ini menganalisis laju korosi Aluminium Alloy 5052 pada tiga lingkungan korosif yaitu air laut, larutan CH₃COOK (kalium asetat), dan larutan KOH (kalium hidroksida) menggunakan metode kehilangan berat. Spesimen Aluminium 5052 dengan luas permukaan 52 cm² direndam selama 7, 14, dan 21 hari. Perhitungan laju korosi dilakukan berdasarkan standar ASTM G31-72. Hasil menunjukkan bahwa laju korosi tertinggi terjadi pada media air laut sebesar 0,86 mm/tahun setelah 7 hari perendaman, sedangkan laju terendah terdapat pada larutan CH₃COOK sebesar -0,0029 mm/tahun setelah 21 hari. Larutan KOH menunjukkan laju korosi negatif yang mengindikasikan terbentuknya lapisan oksida pasif yang stabil. Peningkatan waktu perendaman umumnya menurunkan laju korosi pada seluruh media. Hasil ini menunjukkan bahwa Aluminium Alloy 5052 memiliki ketahanan korosi yang baik dalam larutan CH₃COOK dan KOH, namun lebih rentan terhadap korosi di air laut. Oleh karena itu, penggunaannya sebagai material wingtip pesawat memerlukan perlindungan tambahan seperti anodizing atau pelapisan antikorosi untuk meningkatkan keandalannya di lingkungan laut.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

[1] Adam, a. A., arifin, y., & mahmudi, i. (2024). Rancang bangun dc to dc converter untuk sistem monitoring salinitas air laut dengan photovoltaic sebagai sumber energi. 14(2).

[2] Arwati, i. G. A. (2024). Ulasan : metode pengujian laju korosi pada material baja karbon. 29–40.

[3] Damayanti, e. A. (2018). Analisis laju korosi dan lifetime pipa underground baja karbon a53 dengan wrapping protection. Proceeding 3rd conference of piping engineering and its applicationrd, corrosion, 193–198.

[4] Gerry, a., khairul, a., & nurul, a. (2024). Analisis turbulensi pada wing tip dengan variasi winglet pada airfoil naca 2412. 129–143.

[5] Haryono, g., sugiarto, b., & farid, h. (2010). Ekstrak bahan alam sebagai inhibitor korosi. Prosiding seminar nasional teknik kimia “kejuangan” pengembangan teknologi kimia untuk pengolahan sumber daya alam indonesia, 1–6.

[6] Jones, d. A. (1996). Principles and prevention of corrosion second edition.

[7] Kdmfab.com. (2024). Allumunium alloy 5052. Https://kdmfab.com/id/5052-

Diterbitkan

2025-12-28

Cara Mengutip

Audrey Firmansyah, D., & Emanuel, H. (2025). Analisis Laju Korosi Alumunium 5052 Dalam Media Air Laut, CH₃COOK, dan KOH, Serta Implikasinya Terhadap Keandalan Material Wingtip Pesawat. Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi Dan Inovasi Indonesia (SENASTINDO), 7, 487–496. https://doi.org/10.54706/senastindo.v7.2025.463