Analisis Kekuatan Hasil Pengelasan Argon pada Stainless Steel 321 Dengan Menggunakan Variasi Arus 50 A, 75 A dan 100 A
DOI:
https://doi.org/10.54706/senastindo.v7.2025.461Kata Kunci:
Pengelasan Argon, Stainless Steel 321, Variasi ArusAbstrak
Pengelasan argon (Gas Tungsten Arc Welding/GTAW) merupakan salah satu metode yang banyak digunakan untuk penyambungan logam karena mampu menghasilkan kualitas las yang halus, bersih, dan memiliki sifat mekanis yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan hasil pengelasan argon pada material stainless steel 321 dengan menggunakan variasi arus 50 A, 75 A, dan 100 A. Proses pengelasan dilakukan dengan parameter yang terkontrol, kemudian hasil sambungan diuji menggunakan metode uji tarik serta pengamatan visual terhadap kualitas hasil las. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi arus pengelasan berpengaruh signifikan terhadap kekuatan tarik material. Pada arus 50 A, sambungan las cenderung kurang optimal karena penetrasi yang rendah. Pada arus 75 A, diperoleh kekuatan tarik yang paling tinggi dengan hasil sambungan yang relatif homogen dan minim cacat. Sementara itu, pada arus 100 A terjadi penurunan kekuatan akibat adanya kemungkinan porositas dan distorsi termal berlebih. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan arus 75 A merupakan parameter yang paling efektif dalam menghasilkan kekuatan sambungan pengelasan argon pada stainless steel 321. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam menentukan parameter optimal pada proses pengelasan logam sejenis untuk meningkatkan kualitas dan ketahanan sambungan las.
Unduhan
Referensi
[1] American Welding Society. (2020). AWS D17.1/D17.1M: Spesifikasi untuk Pengelasan Fusi pada Aplikasi Dirgantara. Publikasi AWS.
[2] Bhattacharya, D. (2019). Prinsip-Proses Manufaktur Logam. CRC Press
[3] Callister, W. D., & Rethwisch, D. G. (2022). Ilmu dan Rekayasa Material: Sebuah Pengantar (Edisi ke-10). Wiley
[4] Davis, J. R. (Ed.). (2018). Baja Tahan Karat (Stainless Steels). ASM International.
[5] Johnson, L., & Lee, K. (2020). Pengaruh variasi arus terhadap kekuatan dan struktur mikro hasil pengelasan TIG pada baja tahan karat. Jurnal Rekayasa Material, 15(2), 45–53.
[6] Kou, Sindo. (2003). Metalurgi Pengelasan (Welding Metallurgy) (Edisi ke-2). Diterjemahkan oleh John Wiley & Sons, Amerika Serikat.
[7] Miller, D. (2019). Prinsip dan Aplikasi Pengelasan (Edisi ke-8). Cengage Learning.
[8] Prayogo, R. D. (2018). Analisis Pengaruh Variasi Arus Pengelasan terhadap Kekuatan Tarik dan Struktur Mikro pada Baja SS400 dengan Metode GTAW. Universitas Negeri Malang.
[9] PT Dirgantara Indonesia. (2023). Gambaran Umum Pesawat N219. Diakses dari https://www.indonesian-aerospace.com
[10] Smith, R., & Brown, J. (2021). Pengantar Metalurgi Pengelasan. McGraw-Hill Education.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Kategori
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Arief Santoso, Sya’ban Tri Hernawan

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.