Perbandingan Doubler Alumunium Seri 2024-T3 Dan 7075-T6 Pada Center Fuselage Lower Structure Dengan Pengujian Bending.

Penulis

  • Jilbert Arien Damopoli Prodi Teknik Aeronautika Pertahanan, Akademi Angkatan Udara
  • Denden Mohamad Ariffin Prodi Teknik Aeronautika Pertahanan, Akademi Angkatan Udara
  • Sya’ban Tri Hermawan Prodi Teknik Aeronautika Pertahanan, Akademi Angkatan Udara

Kata Kunci:

Aluminium, Bending, Crack, Fuselage, Fitting

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan perbandingan mendalam terhadap kekuatan material doubler pada aluminium paduan seri 2024-T3 dan 7075-T6 yang digunakan secara luas dalam industri penerbangan, khususnya dalam struktur center fuselage lower structure pesawat C-130 Hercules. Fokus utama penelitian adalah pada pengaruh perlakuan panas terhadap karakteristik kedua paduan tersebut. Metode pengujian yang digunakan adalah pengujian bending, yang merupakan salah satu metode standar dalam mengevaluasi kekuatan material untuk aplikasi struktural. Melalui pengujian ini, respons mekanis dari kedua paduan dapat dipahami dengan lebih baik, termasuk distribusi tegangan dan deformasi yang terjadi saat beban diberikan. Hasil dari pengujian ini akan memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana perlakuan panas mempengaruhi kekuatan dan kekuatan material pada aplikasi sebenarnya terutama pada repairment pesawat guna mempertahankan kelancaran operasional penerbangan. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan wawasan yang berharga bagi Teknisi dalam memilih material yang paling sesuai untuk struktur pesawat yang memenuhi persyaratan keamanan dan kinerja. Selain itu, harapanya pemahaman yang lebih baik tentang karakteristik mekanis dari kedua paduan ini dapat memberikan kontribusi penting dalam pengembangan teknologi material untuk industri penerbangan di masa depan.

 

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

[1] S. A., A. Sugiyanto, Y. Estriyanto, and B. Harjanto, “Analisis Kegagalan Retak dan Teknologi Perbaikan Sudu Turbin Jenis Inconel 792 pada Pesawat Terbang,” Jurnal Teknik Mesin, vol. 14, no. 1, Sep. 2013, doi: 10.9744/jtm.14.1.22-27.

[2] A. Santosa and I. Dirja, “Pengaruh Variasi Temperatur dan Waktu Tahan (Holding Time) pada Proses Artificial Aging terhadap Struktur Mikro dan Kekerasan Aluminium AC2C,” Infomatek, vol. 21, no. 2, pp. 77–86, 2019, doi: 10.23969/infomatek.v21i2.1979.

[3] S. Syarifa, N. Mei, Z. Ukhti, and D. Ikmah, “Aluminium dan Senyawa-senyawanya,” 2023.

[4] H. Apriantoni, G. Marausna, and F. Setiawan, “Pengaruh Variasi Suhu terhadap Kekuatan Mekanika pada Alumunium 7075-T6 dengan Metode Elektroplating,” Teknika STTKD Jurnal Teknik Elektronika dan Engine, vol. 9, no. 1, pp. 28–35, Jul. 2023, doi: 10.56521/teknika.v9i1.779.

[5] Hachette Pratique and Macrolibros, *Les Carrés d’Art Thérapie Winnie L’Ourson: Album à Colorier*. Hachette Livre - Département Pratique, 2018.

[6] B. Suyitno, “Kegagalan Struktur pada Pesawat Terbang,” 2021.

Diterbitkan

2024-09-30

Cara Mengutip

Damopoli, J. A., Ariffin, D. M., & Hermawan, S. T. (2024). Perbandingan Doubler Alumunium Seri 2024-T3 Dan 7075-T6 Pada Center Fuselage Lower Structure Dengan Pengujian Bending. Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi Dan Inovasi Indonesia (SENASTINDO), 6, 121–130. Diambil dari https://journal.aau.ac.id/senastindo/article/view/390