Pengaruh Variasi Arus Las 100 A, 110 A, Dan 120 A Terhadap Kekuatan Tarik Baja St 37 Setelah Quenching

Penulis

  • Dicky Hermawan Teknik Aeronautika Pertahanan, Akademi Angkatan Udara
  • Ridwan Teknik Aeronautika Pertahanan, Akademi Angkatan Udara
  • Purnomo Herlambang Teknik Aeronautika Pertahanan, Akademi Angkatan Udara

Kata Kunci:

Pengelasan, Quenching, Kuat Arus, Kekuatan Tarik, Baja ST 37

Abstrak

Baja merupakan salah satu material yang tak tergantikan dalam berbagai aplikasi industri, konstruksi, dan manufaktur. Salah satu aspek penting dalam penggunaan baja adalah sifat mekaniknya, khususnya kekuatan tarik. Salah satu metode yang digunakan untuk meningkatkan kekuatan tarik baja adalah dengan proses pendinginan cepat (quenching). Namun, selain quenching, pengelasan juga merupakan proses penting dalam pengolahan baja, dan kuat arus pengelasan dapat memengaruhi sifat mekanik baja secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengaruh variasi kuat arus pengelasan (100 A, 110 A, dan 120 A) terhadap kekuatan tarik las pada baja ST 37 yang telah mengalami proses pendinginan cepat (quenching) dan memberikan rekomendasi mengenai penggunaan kuat arus pengelasan yang optimal dalam kombinasi proses pendinginan cepat (quenching) untuk mencapai kekuatan tarik yang diinginkan pada baja ST 37. Data hasil pengujian tarik menunjukkan variasi yang signifikan antara ketiga variasi kuat arus pengelasan 100 A, 110 A dan 120 A terhadap baja ST 37 yang telah mengalami proses pendinginan cepat (quenching). Variasi 110 A menunjukkan tegangan rata-rata tertinggi sebesar 199,485 N/mm², diikuti oleh 100 A (172,734 N/mm²) dan 120 A (161,182 N/mm²). Modulus elastisitas terbesar terjadi pada variasi 100 A dengan nilai rata-rata mencapai 25788,033 N/mm², sementara nilai terendah terjadi pada variasi 110 A (12563,533 N/mm²). Regangan rata-rata tertinggi terjadi pada variasi 120 A (0,022), diikuti oleh 110 A (0,018) dan 100 A (0,008). Disimpulkan bahwa penggunaan kuat arus pengelasan 100 A merupakan pilihan yang paling optimal untuk mencapai kekuatan tarik yang diinginkan pada baja ST 37 yang telah mengalami proses pendinginan cepat (quenching).

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

[1] Daryanto. 2012. Teknik Las, Bandung: Cv. Alfabeta.

[2] Fatih, B., dan Kurniawan, A. 2023. Analisa Hasil Sambungan Pengelasan SMAW Pada Material Baja ST 37 Dengan Variasi Arus Dan Jarak Kampuh Las Terhadap Pengujian Bending Dan Magnetic Test (MT), Teknik Mesin, Institut Teknologi Nasional Malang, Jurnal Mesin Material Manufaktur Dan Energi (Jmmme), Vol 3 (1), 01-09.

[3] Handoyo, Y. 2015. Pengaruh Quenching dan Tempering pada Baja JIS Grade S45C terhadap Sifat Mekanis dan Struktur Mikro Crankshaft, Universitas Islam 45 Bekasi, Jurnal Imiah Teknik Mesin, Vol. 3, No.2 dari http://ejournal.unismabekasi.ac.id/.

[4] Helmi Purwanto. 2011. Analisa Quenching Pada Baja Karbon Rendah Dengan Media Solar, Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Wahid Hasyim Semarang, Momentum, Vol. 7, No. 1.

[5] Jenis—Jenis Pengelasan—SLV. (n.d.). Diakses 8 November 2023, dari https://slv.co.id/jenis-jenis-pengelasan/.

[6] Kupas Tuntas Kawat Las Listrik (Elektroda): Jenis, Penggunaan, dan Keunggulannya—Enjintuls.com. (n.d.). Diakses 20 September 2023, dari https://enjintuls.com/kawat-las/.

[7] Laboratuar Metode Standar ASTM A370 untuk Pengujian Mekanis Produk Baja. Diakses 24 Juni 2024, dari https://www.laboratuar.com/id/.

[8] Nugroho dan Setiawan. 2018. Pengaruh Variasi Kuat Arus Pengelasan Terhadap Kekuatan Tarik Dan Kekerasan Sambungan Las Plate Carbon Steel Astm 36, Jurnal Rekayasa Sistem Industri, Volume 3. No.2.

[9] Zaki, M., Harlin, H. And Syofii, I. 2021. Pengaruh Perlakuan Panas Quenching Terhadap Laju Korosi Pada Material Baja St 37, Jurnal Pendidikan Teknik Mesin, 8(2), pp. 151–160. dari: https://ejournal.unsri.ac.id/index.php/ptm/index.

Diterbitkan

2024-09-30

Cara Mengutip

Hermawan, D., Ridwan, & Herlambang, P. (2024). Pengaruh Variasi Arus Las 100 A, 110 A, Dan 120 A Terhadap Kekuatan Tarik Baja St 37 Setelah Quenching. Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi Dan Inovasi Indonesia (SENASTINDO), 6, 159–168. Diambil dari https://journal.aau.ac.id/senastindo/article/view/386