Analisis Pengaruh Pengelasan SMAW Baja ST 42 dan ST 40 Dengan Perlakuan Heat Treatment Quenching Terhadap Metode Uji Tarik dan Uji Kekerasan Pada Konstruksi Hanggar Pesawat Terbang
DOI:
https://doi.org/10.54706/senastindo.v7.2025.455Kata Kunci:
Pengelasan SMAW, Quenching, Uji TarikAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengelasan Shielded Metal Arc Welding (SMAW) dengan elektroda E6013 dan E7018 terhadap baja ST 42 dan ST 40 yang telah mengalami perlakuan quenching pada suhu 850°C dengan media pendingin air. Spesimen uji tarik dibuat sesuai standar ASTM E8, sedangkan pengujian kekerasan menggunakan metode Rockwell ISO 6508. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan quenching meningkatkan sifat mekanik pada kedua jenis baja. Nilai kekerasan tertinggi diperoleh pada baja ST 42 dengan elektroda E7018 setelah perlakuan quenching sebesar 47,67 HRA, sedangkan nilai kekuatan tarik tertinggi diperoleh pada baja ST 40 dengan elektroda E7018 setelah perlakuan quenching sebesar 490,107 N/mm². Perbandingan hasil menunjukkan bahwa penggunaan elektroda E7018 pada baja ST 42 dan ST 40 memberikan performa lebih baik dibandingkan E6013, terutama setelah perlakuan panas. Dengan demikian, kombinasi proses pengelasan SMAW dan perlakuan quenching terbukti mampu meningkatkan kekuatan tarik dan kekerasan material, sehingga dapat dijadikan referensi dalam pemilihan teknik pengelasan dan material konstruksi hanggar pesawat terbang untuk menunjang keamanan serta ketahanan struktur.
Unduhan
Referensi
[1] Afandi, E., Sari, D. Y., Nurdin, H., & Rahim, B. (2022). Analisa Pengaruh Kuat Arus Pengelasan Smaw Terhadapkekuatan Uji Impak Pada Sambunganbaja Karbon St 42. Jurnal Vokasi Mekanika (VoMek), 4(1), 58–64.
[2] Anang Setiawan, & Yusa Asra Yuli Wardana. (2006). Analisa Ketangguhan dan Struktur Mikro pada Daerah Las dan HAZ Hasil Pengelasan Sumerged Arc Welding pada Baja SM 490.JurnalTeknikMesin,8(2),57–63.
[3] Antika, A. P., Muliyatno, I. P., & Santosa, A. W. B. (2019). Jurnal teknik perkapalan. Teknik Perkapalan, 7(2), 152–160.
[4] Fakri, Z., & Juhan, N. B. B. (2019). Analisa pengaruh kuat arus pengelasan GMAW terhadap ketangguhan sambungan baja AISI 1050 ( Analysis of the effect of the GMAW welding current on the toughness of the AISI 1050 material welding joints ). journal of Arc Welding, 1(1), 5–10.
[5] Gunawan, S., Lubis, H. H., & Wanty, R. D. (2019). Pengaruh Annealing Baja ST 37 terhadap Kekerasan dan Kekuatan Tarik. Jurnal Rekayasa Material, Manufaktur dan Energi
[6] Hoga Khadaffi, A., Ivanto, M., Suryani Lubis, G., Studi Teknik Mesin, P., Tanjungpura, & Hadari Nawawi, J. H. (2023). Analisa Perubahan Nilai Kekerasan Baja ST42 Pada Proses Pack Carburizing Melalui Penambahan Arang Cangkang Sawit dan Katalisator Kerang Kepah (Polymesoda Erosa) (1)*. 4(2), 70–75.
[7] I Ketut Rimpung. (2017). Analisis Perubahan Kekerasan Permukaan Baja (St. 42) Dengan Perlakuan Panas 800 C Menggunakan Metode Vickers di Laboratorium Uji Bahan Politeknik Negeri Bali. jurnal LOGIC, 17(1), 13.
[8] Pratama, M. Y., Budiarto, U., & Jokosisworo, S. (2019). Analisa Perbandingan Kekuatan Tarik, Tekuk, dan Mikrografi Pada Sambungan Las Baja SS 400 Akibat Pengelasan FCAW (Flux- Cored Arc Welding) dengan Variasi Jenis Kampuh dan Posisi Pengelasan. Teknik Perkapalan, 7(2), 152–160.
[9] Rinaldi, R., Usman, R., & Fathier, A. (2019). Studi Eksperimental Kekuatan Tarik dan Kekerasan Pada Sambungan Pipa ASTM A 106 Grade B dengan Pengelasan SMAW. Journal of Welding Technology, 1(2), 36–42.
[10] Sanjaya, A., & Sutowo, C. (2007). Pengaruh Hasil Pengelasan Gtaw Dan Smaw Pada Pelat Baja Sa 516 Dengan Kampuh V Tunggal. Jurnal Teknik, 1, 10–16.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Kategori
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Gusti Putu Davin Maheswara Putra, Agus Subijanto

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.