Analisis Ekstrak Semangka Sebagai Inhibitor Laju Korosi Baja ST37 Media Korosi H2SO4 Metode Weight Loss ( Analysis of Watermelon Extract as an Inhibitor on ST37 Steel Corrosion Rate in H2SO4 Corrosion Media Using the Weight Loss Method)

Authors

  • Desta Pramudya Ismail Prodi Teknik Aeronautika Pertahanan, Akademi Angkatan Udara
  • Ferdinandus Sarjanadi Damanik Prodi Teknik Aeronautika Pertahanan, Akademi Angkatan Udara
  • Purnomo Herlambang Prodi Teknik Aeronautika Pertahanan, Akademi Angkatan Udara

Keywords:

Inhibitor, Weight Loss, Baja St-37

Abstract

Baja adalah logam paduan berbahan dasar besi. Besi murni (iron) mempunyai sifat yang kurang kuat dan mudah berkarat. Maka dari itu harus dipadukan dengan unsur karbon sehingga membentuk baja. Baja St-37 merupakan material baja yang kuat. Namun, baja ini memiliki kelemahan dalam ketahanan korosi terutama jika diaplikasikan pada lingkungan yang korosif. Pengunaan inhibitor merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk mencegah korosi. Namun penggunaan inhibitor terhambat karena adanya Chrom dan Arsenik. Kulit semangka memiliki kandungan L-citrulline yang memungkinkan terjadinya interaksi ionik dan sebagai inhibitor alami. Penelitian ini menganalisis pengaruh inhibitor ekstrak kulit semangka terhadap laju korosi pada baja St-37 dengan perendaman larutan H2SO4. Data hasil pengujian laju korosi menunjukkan variasi yang berbeda antara ketiga variasi konsentrasi inhibitor. Terdapat efisiensi terbesar terjadi pada konsentrasi 20% dengan perendaman 14 hari efisiensi inhibisi 61,76% kemudian efisiensi inhibisi terkecil pada konsentrasi inhibitor 15% dengan perendaman 21 hari menggunakan media korosif H2SO4 dengan nilai 34,99%. Disimpulkan bahwa penggunan inhibitor 20% paling optimal untuk menghambat laju korosi karena lapisan lebih tebal dibanding yang lain.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] Nugroho, F., 2015, Penggunaan Inhibitor Untuk Meningkatkan Ketahanan Korosi Pada Baja Karbon Rendah, Jurnal Angkasa, 7 (1); 151-152.

[2] Hakim, Alfin Al, 2011, Pengaruh Inhibitor Korosi Berbasiskan Senyawa Fenolik Untuk Proteksi Pipa Baja Karbon Pada Lingkungan 0.5, 1.5, 2.5, 3.5 % NaCl Yang Mengandung Gas CO2’, Jurnal Proteksi Inhibitor; 23-26.

[3] Harmami, Harmami, Zilfirdausi Ahla Zakaria, and Ita Ulfin. (2018) Efisiensi inhibisi Ekstrak Kulit dalam Semangka sebagai Inhibitor Korosi Tinplate dalam Media 2% NaCl, Jurnal Sains Dan Seni ITS (1); 17-18.

[4] Koriston, Paramita (2017) Efektivitas Kulit Semangka Sebagai Inhibitor Korosi Kawat Ortodonsi Berbahan Stainless Steel, Jurnal Kesehatan; 33-38.

[5] Nugroho, F., 2015, Penggunaan Inhibitor Untuk Meningkatkan Ketahanan Korosi Pada Baja Karbon Rendah, Jurnal Angkasa, 7 (1); 151-152.

Downloads

Published

2024-09-30

How to Cite

Ismail, D. P., Damanik, F. S., & Herlambang, P. (2024). Analisis Ekstrak Semangka Sebagai Inhibitor Laju Korosi Baja ST37 Media Korosi H2SO4 Metode Weight Loss ( Analysis of Watermelon Extract as an Inhibitor on ST37 Steel Corrosion Rate in H2SO4 Corrosion Media Using the Weight Loss Method). Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi Dan Inovasi Indonesia (SENASTINDO), 6, 141–148. Retrieved from https://journal.aau.ac.id/senastindo/article/view/388

Most read articles by the same author(s)