Eksplorasi Kerentanan Jaringan Wi-Fi di Akademi Angkatan Udara: Studi Empiris Berbasis Pengujian Aircrack-NG

Penulis

  • Muhammad Fahrurozi

Kata Kunci:

Aircrack-ng, Akademi Angkatan Udara, Keamanan Wi-Fi, pengujian penetrasi, WPA2

Abstrak

Akademi Angkatan Udara (AAU) memanfaatkan kemajuan teknologi informasi, khususnya jaringan Wi-Fi modern, untuk mendukung operasional pendidikan militer dan integrasi perangkat IoT di lingkungan kampus yang luas. Namun, penerapan Wi-Fi dengan konfigurasi yang kurang optimal menghadirkan tantangan keamanan yang serius, seperti enkripsi yang lemah, pengaturan default, dan kurangnya sistem pemantauan, sehingga rentan terhadap penyadapan, pencurian data, dan berbagai serangan siber (Man-in-the-Middle, packet sniffing, Evil Twin). Ancaman ini semakin diperparah oleh fakta bahwa data militer yang sensitif dan infrastruktur pertahanan sangat bergantung pada jaringan nirkabel, sebagaimana dibuktikan oleh insiden pelanggaran data di institusi pertahanan global. Penelitian ini menawarkan solusi komprehensif berdasarkan pengujian penetrasi di empat titik penting AAU, menggunakan Aircrack-ng pada Kali Linux untuk menguji dan mengukur ketahanan enkripsi WPA/WPA2, serta simulasi serangan waktu nyata seperti deauthentication dan serangan kamus. Rekomendasi yang dihasilkan meliputi peningkatan ke WPA3/WPA2-Enterprise, penerapan kata sandi yang kuat, menonaktifkan WPS, serta pemasangan sistem pemantauan waktu nyata dan VPN. Selain itu, kesadaran siber ditingkatkan melalui pelatihan kadet mengenai ancaman nyata dan mekanisme pertahanan jaringan. Langkah-langkah strategis ini bertujuan untuk menjaga integritas data AAU dan integrasi pertahanan digital nasional, mendukung keamanan jaringan sejalan dengan kebutuhan era Internet of Military Defense Things (IoMDT).

Referensi

[1] T. Aiyadi, A. Tamsir et al., "Analisis keamanan jaringan WiFi mahasiswa UBD dari serangan packet sniffing," Journal of Information Technology and Computer Science, vol. 5, no. 2, pp. 45-56, 2024.

[2] A. Aman, "Evil twin attack in wireless networks," International Journal of Cybersecurity, vol. 7, no. 3, pp. 112-125, 2023.

[3] S. Aulia, "Brute force attack: mechanisms and defenses," Journal of Computer Security, vol. 12, no. 1, pp. 78-89, 2023.

[4] D. Auliafitri et al., "Man in the middle attack: vulnerabilities and mitigation strategies," Cybersecurity Review, vol. 10, no. 4, pp. 200-215, 2024.

[5] M. Baehaqi, Perancangan kebutuhan jaringan WiFi untuk mendukung proses belajar mengajar pada universitas di era 4.0. Yogyakarta: Mestro Publishing, 2019.

[6] Y. Daeng et al., "Analisis penerapan sistem keamanan siber terhadap kejahatan siber di Indonesia," Innovative: Journal of Social Science Research, vol. 3, no. 6, pp. 150-165, 2023.

[7] G. Dayasa, P. Dewi, and L. Widyawati, "Implementasi DMZ untuk keamanan jaringan," Jurnal Teknik Informatika, vol. 15, no. 1, pp. 20-30, 2020.

[8] M. Y. Efendi et al., "WEP and WPA: evolution of Wi-Fi encryption standards," Journal of Network Security, vol. 4, no. 2, pp. 67-78, 2019.

[9] D. E. Faishol et al., "Penetration testing methodologies for wireless networks," International Journal of Information Security, vol. 15, no. 1, pp. 23-35, 2024.

[10] N. H. Fitria, "Enkripsi dalam keamanan siber: konsep dan aplikasi," Jurnal Kriptografi Indonesia, vol. 8, no. 3, pp. 90-102, 2021.

Diterbitkan

2025-12-28

Cara Mengutip

Fahrurozi , M. (2025). Eksplorasi Kerentanan Jaringan Wi-Fi di Akademi Angkatan Udara: Studi Empiris Berbasis Pengujian Aircrack-NG. Akademi Angkatan Udara Journal of Defense Science and Technology : AAU-JDST, 14(2), 39–51. Diambil dari https://journal.aau.ac.id/jdst/article/view/474

Terbitan

Bagian

Articles