Redesain Helm Terbang Layang Taruna AAU Yang Ergonomis Guna Memberikan Kenyamanan Dengan Pendekatan Ergonomi
Kata Kunci:
helm terbang layang, ergonomis, antropometri, ventilasi, visorAbstrak
Akademi Angkatan Udara memiliki beberapa kualifikasi yang harus dimiliki oleh taruna salah satunya yaitu terbang layang. Terbang Layang merupakan kegiatan yang dilakukan dengan mengemudikan pesawat tanpa mesin. Kegiatan ini memerlukan beberapa perlengkapan. Salah satunya adalah Helm Terbang Layang. Bentuk helm tersebut belum ergonomis dan tidak sesuai dengan pendekatan antropometri. Mengingat perlengkapan tersebut merupakan yang paling penting dan diperhatikan tingkat keamanan serta kenyamanannya. Helm ini mempunyai ukuran yang belum sesuai dan tidak adanya visor sebagai pelindung wajah dan mata serta ventilasi untuk sirkulasi udara. Ergonomi adalah ilmu yang sistematis memanfaatkan kemampuan manusia merancang suatu sistem kerja sehingga dapat bekerja pada sistem tersebut dengan baik untuk mencapai tujuan yang diinginkan dengan efektif, aman dan nyaman. Dalam perancangan ini mengacu pada olah data dengan mengumpulkan informasi dari data yang didapat dengan cara pengukuran obyek dan kuisoner, sehingga dapat menentukan model sesuai dengan hasil dari pengumpulan data dan dengan pendekatan antropometri. Dengan menggunakan data antropometri, maka didapat kan data dalam pengolahan data yang Berdasarkan uji keseragaman data bahwa data terletak diantara BKA dan BKB
sehingga dapat disimpulkan bahwa data seragam. Sedangkan berdasarkan uji kecukupan data dapat disimpulkan bahwa data telah cukup. Persentil yang digunakan adalah persentil 5% dan 95%. Dengan demikian didapatkan ukuran ideal yang ergonomis yaitu dengan lebar helm 18,168 cm, lingkaran helm 59,535 cm, tinggi helm 22,295 cm, Kuping atas helm 10,723 cm, panjang helm 18,725 cm, dan jarak dahi dengan atas helm 11,525 cm serta dengan tambahan ventilasi sebagai sirkulasi udara dan visor untuk melindungi wajah dan mata guna mendukung latihan.
Referensi
[1] Anggawisastra R., Sutalaksana I. Z., & Tjakraatmadja H. J., (1979). Teknik Tata Cara Kerja. Institut Teknologi Bandung. Bandung.
[2] Arif, M., (2016). Bahan Ajar Rancangan Teknik Industri. Deepublish. Sleman.
[3] Ginting, R., (2010). Perancangan Produk, Graha Ilmu, Medan.
[4] Kusmagi M.A., (2010). Selamat Berkendara di Jalan Raya. Raih Asa Sukses. Jakarta.
[5] Nafisah, Syifaun (2003), Pengertian Perancangan, hal. 2. Yogyakarta
[6] Nurmianto, E., (2004). Ergonomi: Konsep Dasar dan Aplikasinya. Guna Widya. Surabaya.
[7] Sugiono, P., Wijayanto.W., & Sari, S.I.,K., (2018). Ergonomi untuk Pemula: Prinsip dasar dan aplikasinya. UB Press. Malang.
[8] Tarwaka, dkk (2004). Ergonomi Untuk Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Produktifitas. Uniba Press. Surakarta.
[9] Wignjosoebroto, S., (2003). Ergonomi Studi Gerak dan Waktu (Teknik Analisa untuk Peningkatan Produktivitas Kerja). Guna Widya. Jakarta.

