Analisis Aerodinamika Pesawat Ekranoplane Oktopus Hasil Manufaktur CNC 5 Axis Menggunakan Windtunnel Subsonic Digital
Keywords:
Solidwork, CNC 5 AXIS, Ekranoplane Oktopus, Windtunnel Subsonic Digital, Lift, Drag, Coefesien Lift, Coefisien DragAbstract
Pesawat ekranoplane dengan karakteristik yang menggabungkan keunggulan wahana udara dan laut, akan mampu memenuhi kebutuhan sarana patrol maritime yang efektif dan efisien. Sebagai sarana pengamanan laut Indonesia, akan bernilai sangat strategis karena dengan daya angkut yang tinggi, endurance yang lama dan kecepatan yang tinggi. Teknologi pesawat ini memanfaatkan efek pemampatan udara permukaan yang terjadi pada objek benda terbang rendah. Fenomena efek permukaan dipertahankan dengan menjaga ketinggian terbang tetap rendah. Penelitian ini menganalisis karakteristik aerodinamika dengan melakukan beberapa tahapan diantaranya desain gambar mock up pesawat ekranoplane menggunakan sofware solidworks, selanjutnya tahap pencetaknya menggunakan hasil manufaktur CNC 5 AXIS. Setelah hasil 3D dari mock up pesawat tersebut terwujud, lalu di uji dengan menggunakan alat Windtunnel Subsonic Digital. Hasil penelitian menyatakan bahwa kecepatan aliran udara dapat mempengaruhi terjadinya , semakin besar kecepatan aliran udara maka terjadi pada sudut Angle Of Attack yang lebih besar. Hasil tersebut menyatakan bahwa kecepatan aliran udara dapat mempengaruhi terjadinya Stall, semakin besar kecepatan aliran udara maka Stall terjadi pada sudut Angle Of Attack yang lebih besar. Lift/Drag (L/D) dari hasil pengujian aerodinamika pada pesawat Ekranoplane Octopus menyatakan bahwa rasio lift/drag (L/D) pada angle of attack tertentu menunjukkan bahwa L/D bertambah ke maksimum kemudian berkurang pada koefisien lift dan angle of attack yang lebih besar, ini dibuktikan pada salah satu pengujian kecepatan aliran udara 15 m/s dimana L/D max yang dihasilkan adalah 1,25 pada sudut Angle of Attack 12º dengan sebesar 0,08. Setelah itu bila sudut Angle of Attack dan bertambah besar, maka L/D menurun. Visualisasi dari hasil pengujian aerodinamika pada pesawat Ekranoplane Octopus menyatakan bahwa semakin besar kecepatan aliran udara, mengakibatkan adanya penundaan terjadinya flow separation pada bagian upper surface.

