ANALISA HUBUNGAN KECERDASAN EMOSI DAN PENYESUAIAN DIRI TARUNA AKADEMI ANGKATAN UDARA DENGAN MENGGUNAKAN METODE KORELASI DAN REGRESI LINIER
Keywords:
Kecerdasan Emosi, Penyesuaian Diri, Metode Kuantitatif, Metode KorelatifAbstract
Akademi Angkatan Udara (AAU) sebagai salah satu lembaga pendidikan kedinasan yang menyiapkan sumber daya manusia di dunia militer, memiliki misi penting untuk meningkatkan kualitas didikannya sehingga siap dalam menghadapi penugasan di masa mendatang. Dalam pendidikan di AAU selama empat tahun, Taruna dituntut untuk mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan militer, yang jelas jauh berbeda dengan dunia mereka sebelumnya. Salah satu faktor penting dalam penyesuaian diri adalah kecerdasan emosional. Dengan demikian sangat diperlukan adanya penelitian tentang pengaruh kecerdasan emosional terhadap penyesuaian diri Taruna dalam mengikuti pendidikan di AAU sebagai bagian dari kesiapan peran AAU untuk menyiapkan SDM TNI AU. Pada penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode kuantitatif korelatif dan regresi linier untuk melihat hubungan antara
satu atau beberapa variabel dengan variabel-variabel yang lain. Berdasarkan penelitian, didapatkan bahwa kecerdasan emosi berkorelasi cukup kuat terhadap penyesuaian diri Taruna AAU (R=0,418). ME untuk kedua variabel termasuk pada kategori tinggi, dengan nilai ME kecerdasan emosi di nilai 112,6786 dan penyesuaian diri 24,40.
References
[1] Akademi Angkatan Udara. (2021). Program Taruna Gemilang (1 ed.). Yogyakarta.
[2] Anderson, J., Guan , Y., & Koc, Y. (2016). The Academic Adjustment Scale : Measuring The Adjustmen of Permanent Resident or Sojourner Students. Journal of Intercultural Relations.
[3] Arnett, J. (2000). Emerging Adulthood: A Theory of Development From The Late Teens Through The Twenties (Vol. 55). American Psychologist.
[4] Azwar, S. (2012). Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Belajar.
[5] Baker, R., & Siryk, B. (1986). Exploratory intervention with a scale measuring adjustment to collage. Journal of Counseling Psychology, 33(1), 31-38.
[6] Balluerka, N., Gorostiaga, A., Arbiol, I. A., & Aritzeta, A. (2016). Peer Attachment and Class Emotional Intelligence as Predictors of Adolescents : Psychological Wll-Being: A Multilevel Approach. Journal of Adolescence, 53, 1-9. doi:http://doi.org/10.0rg/10.1016/j.adolescence.2016.08.009
[7] Bayrami, M., Abad, T., Ghoradel, J., Daneshfar, S., Hesmati, R., & Moslemfar, M. (2012). The Role of Positive and Negative Affectivity, Optimism, Pessimism and Information Processing Styles in Student Psychological Adjustment. Journal of Psychology, 46, 306-310. doi:http://doi.org/10.1016/j.sbspro.2012.05.111
[8] Choirudin, M. (2015). Penyesuaian Diri Sebagai Upaya Mencapai Kesejahteraan Jiwa. Jurnal Bimbingan Konseling dan Dakwah Islam, 12(1).
[9] Fatimah, E. (2006). Psikologi Perkembangan. Bandung: Pusaka Setia .
[10] Gerdes, H., & Mallinckrodt, B. (n.d.). Emotional, Social and Academic Adjustment of College Students: A Longitudinal Study of Retention. Journal of Counseling and Development, 72, 281-288. doi:https://doi.org/10.1002/j.1556-6676.1994.tb00935.
[11] Goleman. (1995). Emotional Intelligence: Why It Can Matter More Than IQ. New York: Bantam Books.
[12] Goleman, D. (1999). Working With Emotional Intelligence : Kecerdasan Emosi Untuk Mencapai Puncak Prestasi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
[13] Hilgard, E. R., & Atkinson, R. C. (1967). Introduction to Psychology. New York: Brace and World Inc.
[14] Hurlock, E. B. (2004). Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan (5 ed.). Jakarta: PT Erlangga.
[15] Ilhami, R. S. (2017). Penilaian Kinerja Karyawan dengan Metode AHP dan Rating Scale. Jurnal optimasi sistem industri.
[16] Kinanthi, A. P., Herlina, D., & Mahardika, F. A. (2016). Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Menggunakan Metode Min-Max Stock pada PT. Djitoe Indonesia Tobbaco. Perogram Studi Teknik Industri, 87-92.
[17] Kosasih, Nandang, & Sumarna, D. (2014). Pembelajaran Quantum dan Optimalisasi Kecerdasan. Bandung: Alfabeta.
[18] Kusdiyati, S., Halimah, L., & Faisaluddin. (2011). Penyesuaian Diri di Lingkungan Sekolah Pada Siswa Kelas XI SMA Pasundan 2 Bandung. Jurnal Psikologi, VIII(2), 171-194.
[19] Mabesau. (2012, oktober 13). Buku petunjuk pelaksanaan TNI AU tentang pembinaan kurikulum pendidikan.
[20] Mabesau. (2013). Buku petunjuk teknis TNI AU tentang pendidikan ilmu pengetahuan dan teknologi.
[21] Mabesau. (2019). badan pelaksana pusat pada tingkat mabesau yang bertugas menyelenggarakan pendidikan pertama sukarela TNI AU tingkat akademik.
[22] Mail, A., Asri, M., Padhil, A., Takdir, & Chairani, N. (2018). Pengendalian Persediaan Bahan Baku Menggunakan Metode Min-Max Stock PT. Panca Usaha Palopo Plywood. Program Studi Teknik Industri.
[23] Muslim, E. &. (2017). Analytic Hierarchy Process (AHP) pairwise matrix with one missing value. International Journal of Technology.
[24] Mutammimah. (2014). Hubungan Konsep Diri dan Kecerdasan Emosi Dengan Kemampuan Penyesuaian Diri Pada Remaja. Jurnal Psikologi Indonesia, 3(1), 42-51.
[25] Nurcahyanie, Y. D. (2011). Perancangan Sistem Pengukuran Kinerja dengan Metode Integrated Performance Measurement System (IPMS)(Studi Kasus: Program Studi Teknik Industri Universitas PGRI Adi Buana Surabaya).
[26] Patton, P. (1998). EQ (Kecerdasan Emosional) di Tempat Kerja. Jakarta: Delapratasa.
[27] Prasetyo, B., & Jannah, L. (2008). Metode Penelitian Kuantitatif. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
[28] Rachman, F. H. (2012). Sistem Pengukuran Kinerja Prodi Dengan Metode Integrated Performance Measurement Systems (Ipms) Dan Multi-Attribute Utility Theory (MAUT)(Studi Kasus: Prodi Teknik Informatika UTM). Rekayasa.
[29] Saaty, T. L. (1991). Some mathematical concepts of the analytic hierarchy process. Behaviormetrika.
[30] Salovey, P., & Mayer, J. D. (1990). Emotional intelligence, Imagination, Cognition, and Personality. 9(3), 185-211.
[31] sayuti, k. b. (2011). Permasalahan pengambilan keputusan dapat menjadi kompleks karena adanya pelibatan beberapa tujuan maupun kriteria. Salah satu tool (alat bantu) yang cocok digunakan untuk pemilihan kandidat atau pengurutan prioritas adalah Analytic Hierarchy Process (AHP).
[32] Schutte, Marlouff, Hall, Cooper, Golden, & Dorheim. (1997). Development And Validation Of a Measure of Emotional Intelligence. Personality and Individual Differences, 25, 167-177.
[33] Schutte, N., & Malouff, J. M. (2013). Increasing Emotional Intelligence Through Training : Current Status and Future Direction. The International Journal Of Emotional Education, 5(1), 56-72.
[34] Suartika, I. M. (2007). Perancangan dan implementasi sistem pengukuran kinerja dengan metode integrated performance measurement systems (studi kasus: jurusan teknik mesin Universitas Mataram).
[35] Sunarto, & Agung H. (2008). Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: Rineka Cipta.
[36] Sunaryo. (2004). Psikologi Untuk Keperawatan. Jakarta: EGC.
[37] Suwignjo, P. (2000). Sistem Pengukuran Kinerja: Sejarah Perkembangan dan Agenda Penelitian ke. Proceeding Seminar Nasional Performance Management. Hotel Wisata, Jakarta.
[38] Syabanawati, E. N. (2014). Gambaran Collage Adjustment Mahasiswa Angkatan 2011 Fakultas Psikologi Universitas Padjajaran. Jurnal Psikologi Unpad.
[39] Syairuddin, B. S. (2007). Perancangan dan implementasi sistem pengukuran kinerja dengan metode integrated performance measurement systems (studi kasus: jurusan teknik mesin Universitas Mataram).
[40] Thoha, M., & Taufikurrahman, R. (2016). Aktualisasi Nilai-Nilai Kecerdasan Emosional Dalam Manajemen Sumber Daya Manusia di Perguruan Tinggi. Pamekasan: Duta Media Publishing.
[41] Trihendradi, C. (2009). Step By Step SPSS 16, Analisis Data Statistik. Yogyakarta: CV. Andi.
[42] Vanany, I. (2009). Performance Measurement Model dan Aplikasi (Vol. Cetakan kedua Revisi). Surabaya: ITS Press.
[43] Widianingsih, R., & Widyarini, N. (2009). Dukungan Orang Tua dan Penyesuaian Diri pada Remaja Mantan Pengguna Narkoba. Jurnal Psikologi Universitas Gunadarma, 3((1)).

