PURWARUPA ALAT FILTRASI AIR METODE GRAVITASI DENGAN FILTER SERAT IJUK, PASIR SILIKA, ZEOLIT DAN KARBON AKTIF

Authors

  • Purwadi Departemen Aeronautika, Akademi Angkatan Udara, Yogyakarta, Indonesia

Keywords:

filtrasi, pH, TDS, filter

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang Purwarupa alat filtrasi air, yang berfungsi untuk menyaring air kotor hingga bisa menjadi air yang sehat dan layak untuk diminum. Filtrat yang dipakai adalah serat ijuk, pasir silika, zeolite dan karbon aktif. Parameter yang dipakai selain warna rasa dan bau adalah kadar pH dan TDS. Sesuai dengan Permenkes RI Nomor: 416/MEN.KES/PER/IX/1990 tentang baku mutu air, pH yang diperkenankan untuk air minum adalah 6,5-8,5 dan TDS dibawah 200. Karena merupakan purwarupa maka penelitian ini hanya membahas tentang faktor fisik pH dan TDS saja, dan tidak melibatkan keterlibatan faktor biologis, dan memerlukan penelitian lebih lanjut.Sampel yang dipakai ada disekitar Depaero AAU yaitu air spam, air tanah, air genangan dan Air Aqua. Dengan melakukan pengukuran pH dan TDS sebelum filtrasi dan pasca filtrasi pada sampel tersedia, dan diamati bagaimana kualitas airnya. Setelah itu kemudian diukur kemampuan filter masing-masing terhadap pH dan TDS.Kualitas Air Sampel setelah filtrasi ditemukan untuk air Spam dan air Aqua yang pH 6,1 bisa naik sebesar 15,08% menjadi pH 7,02 untuk air Spam dari pH 6,15 naik sebesar 13,8% menjadi pH 7,0; jadi dari semula tidak masuk baku mutu menjadi masuk baku mutu. Proses filtrasi mampu meningkatkan pH rendah menjadi pH baku mutu. Dari filtrasi yang dilakukan ternyata ditemukan, ada kekurangan karena ditemukannya penambahan TDS dari sampel yang difiltrasi meskipun masih dalam kategori baik diminum (150-250), yang idealnya memang mampu menurunkan hingga ke kategori sangat baik diminum (50-150). Hal ini bisa ditimbulkan karena adanya faktor partikel filter yang memang lembut dan terlarut kedalam air jadi ikut menambah nilai TDS. Kemampuan filtrasi masing-masing filter terhadap Air Spam didapatkan bahwa, filter yang paling bagus mengoptimalkan pH baku mutu adalah Pasir Silika, dari pH 6,1 dari Air Spam ke pH 6,7. Sedangkan filter lain yaitu Serat Ijuk, Karbon Aktif dan Zeolit kurang mampu mengoptimalkan pH. Filter yang bagus untuk menurunkan TDS adalah Pasir Silika karena mampu menurunkan dari 198 ke 194. Sedangkan filter yang kurang optimal adalah Karbon Aktif karena justru menaikkan TDS dari semula 198 ke 201. Jadi filter Pasir Silika adalah yang paling bagus dalam mengoptimalkan pH dan TDS supaya masuk baku mutu dalam proses filtrasi.

References

[1] Alfan Rizan, Mohammad, 2023, Pengaruh Filtrasi Terhadap Penyisihan Fisik Dan Biologi Air Irigasi Untuk Keperluan Higiene Sanitasi Pondok Pesantren Al Mubarok Tempuran Magelang, Fakultas Teknik Sipil, Universitas Tidar, Magelang.

[2] Bagas Aryo Nugroho, 2022, Pengaruh Arang Aktif Sebagai Media Filter Dalam Sistem Pengolahan Air Hujan, Fakultas Teknik Sipil, Universitas Widya Dharma, Klaten.

[3] Hazim Mulia, Muhammad, 2021, Pengolahan Air Bersih Dengan Metode Filtrasi Menggunakan Media Pasir Besi, Fakultas Sains dan Teknologi, Program Studi Teknik LingkunganUIN Arraniry, Banda Aceh.

[4] Peraturan Menteri Kesehatan Nomor: 492/MEN.KES/PER/IV/2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum.

[5] M. Risky Kurniadi, 2020, Analisis Adsorpsi Dan Filtrasi Terhadap AirTerproduksi Dari Lapangan Minyak Menggunakan Pasir Silika, Walnut Dan Karbon Aktif Sekam Padi Dengan Aktivator Naoh Dan H2SO4 Pada Water Treatment Plant, Universitas Islam Riau, Prodi Teknik Perminyakan.

Downloads

Published

2024-10-31

How to Cite

Purwadi. (2024). PURWARUPA ALAT FILTRASI AIR METODE GRAVITASI DENGAN FILTER SERAT IJUK, PASIR SILIKA, ZEOLIT DAN KARBON AKTIF. Akademi Angkatan Udara Journal of Defense Science and Technology : AAU-JDST, 13(1), 26–40. Retrieved from https://journal.aau.ac.id/jdst/article/view/358

Issue

Section

Articles